Royalmix

Berdasarkan Penelitian Ternyata Ikan Gabus dapat Mengobati Diabetes Militus

Berdasarkan Penelitian Ternyata Ikan Gabus dapat Mengobati Diabetes Militus

Ikan gabus ternyata memiliki khasiat sebagai obat yang mujarab bagi manusia, Penelitian dari Institut Sepuluh Nopember Surabaya membuktian bahwa Ikan Gabus selain berfungsi untuk penyembuhan luka ternyata juga berfungsi sebagi menurunkan kadar gula darah dan memperbaiki jaringan pancreas yang rusak. Pankreas yang rusah juga menyebabkan terjadinya hiperglikemik atau kelebihan kadar gula dalam darah.

Baca Juga : Menerapkap Gaya Hidup Sehat Untuk Tulang Sendi dan Otot Hingga Usia Senja

Pengujian tersebut dilakukan oleh ilmuwan ITS diujikan pada hewan yang diberi senyawa aloksan kedalam tubuh, senyawa tersebut bertujuan merusak jadingan pancreas pada hewan , setelah itu hewan tersebut diberikan ekstrak ikan gabus. Hasilya ekstrak ikan gabus mampu mereenerasi jaringan pancreas yang sebelumnya rusak akibat aloksan mampu memperbaiki diri sendiri hingga 78% kembali normal.

Selain itu ekstrak ikan Gabus juga bisa mengobati impotensi akibat Diabetes yang diderita pria. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak ikan Gabus ternyata tidak hanya memulihkan jaringan pankreas, tapi juga berhasil meregenerasi jaringan testis. Rencananya, riset tentang manfaat ikan Gabus ini juga akan dikembangkannya dalam hal molecular oleh para peneliti dari Surabaya tersebut.

Pendekatan molekular ini dapat menjadi ilmu baru dalam bidang pengobatan di Indonesia ekstrak ikan gabus yang asli berhabitat di perairan Indonesia dapat menjadi  obat diabetes alternatif yang efektif, murah, dan mudah didapat oleh masyarakat. 

Bahkan berdasarkan penelitiannya yang berjudul “Blueprint for Change”, penderita diabetes di Indonesia tercatat mencapai 7,6 juta orang. Sebanyak 41 persen di antaranya tidak mengetahui kondisi kesehatannya, dan 39 persen tidak mendapatkan pengobatan.

Sisanya, hanya 0,7 persen penderita diabetes yang mendapatkan pengobatan dengan tepat. Padahal, diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu jenis penyakit penyebab kematian tertinggi ke-6 di Indonesia. Sayangnya, kebanyakan penderitanya tidak sadar mengidap penyakit ini dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai gejala-gejala yang timbul. Selain itu, biaya pengobatan  yang harus dikeluarkan juga terbilang mahal.