Royalmix

Cara Alami Merawat Luka Diabetes di Kaki untuk Cegah Amputasi

Penderita Diabetes biasanya mempunyai ciri khusus pada kakinya, yaitu munculnya Ulkus diabetikum atau biasa disebut luka terbuka mirip borok yang muncul dibawah kaki penderita. Luka diabetes di kaki ini dialami sekitar 15 penderita diabetes. Apabila tidak mendapatkan perawatan yang tepat, luka diabetes di kaki bisa mengalami infeksi dan mengalami komplikasi sampai diamputasi.

Penyebab luka diabetes di kaki Setiap penderita diabetes bisa memiliki luka berupa borok atau ulkus di kaki. Penyebab luka diabetes tersebut dikarenakan beberapa faktor seperti peredaran darah tak lancar, iritasi, sampai trauma. Penderita diabetes menahun dapat mengalami neuropati, atau kondisi penurunan kemampuan merasakan nyeri di kaki karena kerusakan saraf.

Baca juga : Minuman Herbal yag Baik Untuk Ibu Hamil

Kerusakan saraf tersebut dipengaruhi kadar gula darah yang cenderung tinggi dalam waktu yang lama. Kerusakan saraf kerap muncul tanpa rasa sakit. Terkadang, penderita juga tidak menyadari gejala penyakitnya. Inilah yang berbahaya bagi penderita, mereka mempunyai penyakit namun tidak bisa merasakannya.

Lalu apa yang harus dilakukan untuk merawat luka serta mencegah agar tidak lebih parah?

Mengganti Gula dengan Makan Buah-Buahan

Makan buah buahan seperti Stawberry, Apel, Peer dan Kiwi Sebagai sumber serat alami, buah yang tinggi serat justru dapat mengontrol gula darah penderita diabetes. Kandungan serat larut dalam buah-buahan dapat memperlambat penyerapan gula, sehingga kadar gula darah tetap terjaga.

Merawat Kebersihan Kaki

Setelah gula darah stabil, hal yang haus paling diperhatikan adalah merawat kaki. Bagi penderita diabetes seperti mencuci kaki setiap hari wajib dilakukan, selain itu penderita harus menepuk  kulit hingga kering sebelum menggunakan pelembab. Hindari juga berjalan-jalan tanpa alas kaki, gunakan sepatu atau sandal yang nyaman dipakai.

Mengontrol Gula Darah

Hal yang tak kalah penting pada pemilik luka diabetes adalah mengontrol kadar gula darah. Penderita diabetes tipe 1 perlu mengonsumsi insulin seumur hidup untuk mengontrol gula darah. Sedangkan penderita diabetes tipe 2 bisa mengonsumsi insulin, minum obat pencegah diabetes, atau melakukan penyesuaian gaya gidup sehat untuk menjaga gula darah agar tetap stabil.