Royalmix

Ragam Dan Manfaat Vitamin Selama Kehamilan

Ragam Dan Manfaat Vitamin Selama Kehamilan

Ibu yang sedang hamil, sangat membutuhkan nutrisi yang baik bagi pertumbuhan sikecil yang sedang tumbuh dan berkembang selama 9 bulan saat dalam. Tentunya hal ini haus didukung dengan pola makan sang Ibu untuk mendapatkan bayi sehat saat kelahiran belakangan.

Salah satu nutrisi yang baik untuk pertumbuhan bayi dalam janin adalah memperbanyak konsumsi makanan bergizi dan berbagai macam ragam vitamin. Vitamin merupakan zat yang sangat diperlukan oleh tubuh yang mempunyai manfaat sangat penting saat kehamilan.

Baca Juga : Cara Menjalankan Puasa Ramadhan Saat Hamil Muda

Berikut Ragam dan Manfaat Vitemin yang bisa dikonsumsi Ibu selama masa kehamilan:

Vitamin A

Vitamin A sangat penting untuk menumbuhkan jantung, paru paru, ginjal, mata, tulang serta sistem peredaran darah. Selain itu vitamin A termasuk vitamin yang mudah larut dalam lemak. Vitamin A juga bagus untuk pernafasan dan sistem saraf pusat Bunda.

Dengan adanya vitamin A, mampu membantu jaringan persalinan dan juga baik untuk kesehatan mata, melawan infeksi, mendukung sistem kekebalan tubuh, dan Metabolisme lemak.

Namun perlu diinat, kebutuhan vitamin A pada Ibu hamil berusia 19 tahun ke atas adalah 770 mcg (mikrogram) RAE (setara aktivitas retinol) per hari. Konsumsi harian tidak melebihi 3.000 mcg RAE atau 10.000 IU. Terlalu banyak vitamin A untuk ibu hamil juga dapat menyebabkan cacat lahir dan keracunan hati.

Untuk mendapatkan vitamin A, ibu bisa memakan beberapa menu makanan di antaranya adalah sayur berwarna hijau dan jeruk, susu, serta hati ayam.

Vitamin B Kompleks

Vitamin B dikenal dikenal dengan vitamin B kompleks yang mempunyai peran penting mendukung kehamilan. Vitamin B tersebut dibutuhkan untuk mengatasi, karena biasanya ibu hamil sangat mudah lelah terutama pada semester pertama dan ketiga.

Vitamin B tersebut juga dapat menjaga tubuh sang ibu untuk tetap kuat dan dengan mengkonsumsi vitamin B maka tubuh akan dengan mudah mengubah makanan menjadi enegi sehingga memberikan sang ibu yang membutuhkan kehamilan selama kehamilan.

Vitamin B1: Vitamin yang dikenal sebagai tiamin ini berfungsi untuk mengurangi gejala penyakit pagi dan melancarkan pencernaan selama kehamilan. Konsumsi vitamin B1 di akhir kehamilan dapat membantu sang ibu siapkan ASI. Vitamin ini bisa didapatkan dari hati ayam, kacang-kacangan, dan gandum.

Vitamin B2: Konsumsi vitamin ini dapat membantu penguraian makanan yang dibutuhkan dan perkembangannya di minggu pertama kehamilan. Vitamin ini bisa diperoleh dari keju, susu, brokoli, jamur, telur, dan sayuran hijau.

Vitamin B3: Bagi sang ibu yang sering mual dan muntah di awal kehamilan, bisa mengkonsumsi vitamin B3. Selain mengatasi masalah ini, vitamin B3 juga dapat membentuk sel otak janin. Sumber vitamin ini bisa didapatkan di gandum, hati, sayuran hijau, kacang tanah, dan susu.

Vitamin B5: Vitamin B5 berfungsi sel darah merah selama kehamilan. Kebutuhan sang Ibu saat hamil adalah sebesar 5 mg vitamin tersebut yang bisa didapatkan dari alpukat, semangka, dan ikan sarden segar.

Vitamin B6: Vitamin B6 atau pridoksin dapat meningkatkan kesehatan tubuh selama kehamilan. Makanan sumber vitamin B6 adalah gandum, ikan, susu, dan kacang kedelai.

Vitamin B12: Ibu hamil setidaknya 2,6 mcg vitamin B12 per hari. Vitamin ini dibutuhkan untuk membentuk sistem saraf pusat janin dan sel darah merah. Makanan sumber vitamin B12 ada di telur, susu, rumput laut, dan daging sapi.

Vitamin C

Secara umum, vitamin C dibutuhkan untuk menjaga daya tahan tubuh selama kehamilan ,. Tubuh tidak dapat menyimpan vitamin hamil ini, sehingga membutuhkan asupan dari makanan setiap hari. Vitamin C berfungsi untuk perbaikan jaringan dan penyembuhan luka. Selain itu, vitamin yang dikenal sebagai asal askorbat ini juga membantu penyerapan zat besi di usus, sehingga mencegah anemia. Vitamin C bisa didapatkan dari makanan, seperti jeruk, kiwi, stoberi, anggur, dan brokoli.

Vitamin D

Vitamin D yang penting dalam metabolisme tata kelola keseimbangan dan kebutuhan. kekurangan vitamin ini meningkatkan peningkatan risiko preeklampsia, diabetes melitus gestasional, kelahiran prematur, dan kondisi spesifik pada jaringan.

Dengan mengkonumsi vitamin D selama kehamilan dapat mengurangi risiko preeklampsia, berat badan lahir rendah, dan kelahiran prematur. Vitamin D sendiri dapat diperoleh secara alami dari berjemur di bawah sinar matahari.

Vitamin E

Pada umumnya, vitamin E dapat melindungi asam lemak yang dibutuhkan janin dan menjaga kualitas sel kulit sang Ibu yang merenggang selama kehamilan. Dengan mengkonumsi suplemen vitamin E selama kehamilan dapat mengurangi risiko solusio plasenta, tetapi dapat meningkatkan risiko ketuban pecah sebelum waktunya. Secara total, tidak ada kesan berarti dari suplementasi vitamin E selama kehamilan. Namun, bukti terkini belum mendukung pernyataan tentang penggunaan rutin vitamin E selama kehamilan. Data vitamin E diperoah dari makanan seperti gandum.

Vitamin K

Vitamin K dapat membantu pemesanan darah pada Ibu hamil. Kekurangan vitamin ini bisa menyebabkan masalah serius seperti pendarahan. Vitamin K secara alami bisa diperoleh dari sayuran yang berdaun hijau gelap, seperti kale, bayam, dan brokoli.